PERJALANAN RAINBOW ROWELL MENJADI PENULIS


  • #  

    AUTHOR: Admin Website

    Di situs Goodreads seseorang bernama Tabitha bertanya soal perjalanan Rowell menjadi seorang penulis, dan Tabitha juga bertanya apakah Rowell seorang perempuan dengan kepribadian yang aneh yang selalu membawa buku ke mana-mana dan menulis cerita dengan konsisten? Jawaban Rowell sangat menarik dan bisa jadi motivasi kita terus menulis!

     

    Diawali dengan satu kalimat yang unik Rowell menjawab, "I was definitely a weird girl with my head in a book."  Ya, Rowell mengakui bahwa dirinya adalah sosok yang "aneh", dan untuk menguatkan kalimatnya Rowell menambahkan kata "pasti". Mungkin lebih tepatnya kata "aneh" juga berarti kepribadian yang unik, bukan aneh yang macam-macam ya. Hehe... Seorang penulis selalu punya ciri khas yang unik sebagai karakter dalam cerita-ceritanya. Dan itu, pasti! Jadi keunikan termasuk poin penting yang biasanya dimiliki seorang penulis, secara langsung atau gak langsung menjadi identitasnya dan terbawa ke dalam tulisan-tulisannya.

     

    Rowell juga bercerita tentang perjalanan menulisnya yang sudah ia awali sejak masih sekolah. Dengan menulis Rowell merasa mendapat perhatian dari gurunya dan hal ini menjadi salah satu pematik semangatnya. Rowell pernah menjadi seorang editor untuk koran sekolah. ia tak pernah bosan untuk belajar menulis, ia belajar menulis berita, menulis naskah, menulis fiksi hingga menulis puisi. Wah, keren ya! Ketika Rowell lulus dari perguruan tinggi ia bekerja di sebuah perusahaan surat kabar, mengisi kolom untuk remaja. Setelah itu Rowell mencoba bekerja di tempat lain, ia juga pernah bekerja di sebuah kantor periklanan.

    Namun dengan perjalanan menulis yang sudah ia tekuni sejak masih sekolah, Rowell bilang, "I didn't really write fiction—or anything for myself—until my late twenties, early thirties."  Ternyata Rowell baru memulai menulis fiksi untuk dirinya sendiri sejak usianya menginjak awal tiga puluh tahun. Hebat sekali, kan? Meskipun usianya sudah gak remaja lagi, namun cerita-cerita cinta yang Rowell sajikan sangat kental dengan dunia remaja dan dewasa muda. Rowell bisa menciptakan cerita dengan luwes tentang kisah percintaan remaja seolah ia pun sedang menjalaninya. Beginilah harusnya penulis yang keren, selalu total dalam berkarya! Mengapa Rowell baru menulis fiksi untuk dirinya sendiri di usia hampir tiga puluh tahun, ya? Rowell mengaku ia belum merasa percaya diri sebelumnya, dan lebih nyaman untuk menulis naskah pesanan editor atau klien. Hingga akhirnya Rowell menguatkan tekad memulai menulis novel pertamanya yang berjudul Attachment.

     

    Begitulah Rowell membagi kisah perjalanannya menjadi penulis. Intinya adalah tekad! Ya, tekad yang kuat akan membawa kita meraih mimpi. Jadi kalau kalian punya mimpi untuk jadi penulis, tetap kejar mimpi kalian ya, dan jangan ragu tunjukan keunikan kalian dalam karya yang diciptakan!

     

     

    Spring

     

    Link referensi: https://www.goodreads.com/interviews/show/916.Rainbow_Rowell

    link gambar 1: http://omahalibrary.wordpress.com/2013/05/02/rainbow-rowell-qa/

    link gambar2: http://rainbowrowell.com/blog/books/


Back to previous page Index Pages Home